Mengatasi Bekas Luka di Wajah

Info Penanya, wanita 17 Tahun

Jadi begini, pada tanggal 29 Januari saya mengalami luka lecet, pada hidung akibat kuku panjang saya. Lukanya tidak dalam dan tidak berdarah,hanya lapisan kulitnya saja mengelupas, perih. Dan setelah lukanya kering, meninggalkan bekas. Bekasnya bewarna merah. Sampe sekarang bekas itu tidak hilang². Apakah bekas luka itu akan hilang sendiri nya dan memerlukan waktu yang lama? Atau tidak akan pernah hilang dok? Saya sudah memakai salep bioplacenton tapi tidak ada perubahan. Dan rencananya saya akan memakai cream Melannox, apakah itu obat yang tepat untuk menghilangkan bekas luka yg saya alami sekarang? Mohon penjelasan nya, terimakasih.

24 Feb 2020, 12:23 WIB
dr. Devia Irine Putri
dijawab oleh: dr. Devia Irine Putri

Terima kasih telah bertanya tentang cara mengatasi bekas luka di wajah dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Bekas luka yang terjadi pada kulit dapat meninggalkan bekas luka yang menghitam atau menjadi berkas berwarna putih merah, atau menjadi jaringan berlebih (keloid).

Masing-masing jenis bekas luka memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Dasar penanganan bekas luka yang menghitam biasanya menggunakan krim, pengelupasan kulit/chemical peeling, mikrodermabrasi ataupun laser. Beberapa cara tersebut diharapkan dapat menyamarkan, menipiskan, bahkan menghilangkan bekas luka.

Proses penyembuhan luka terkadang akan meninggalkan bekas luka seperti keloid atau hanya garis-garis kemerahan, kehitaman atau berupa scar putih. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi terbentuknya bekas luka pada seseorang, antara lain kedalaman luka, ukuran luka, lokasi luka dan faktor genetik (keturunan). Jika dalam keluarga Anda terdapat kecenderungan terbentuk keloid pada bekas luka, maka kemungkinan besar bekas luka anda juga akan membentuk keloid.

Keloid merupakan salah satu jenis dari jaringan parut yang merupakan hasil dari pertumbuhan yang berlebihan dari bekas kulit yang terluka, yang melebihi batas luka itu sendiri.

Bentuknya kenyal, mengkilat, dan dapat bervariasi dalam warna seperti merah jambu, merah daging, dan coklat gelap. Keloid tidak ganas, tidak menular, dan biasanya terdapat gejala gatal, nyeri tajam, dan perubahan bentuk. Pada kasus yang parah, dapat menghambat pergerakan dari kulit. Yang sering membingungkan adalah bagaimana cara membedakan keloid dengan jaringan parut bekas luka yang biasa (hypertrophic scar). Hypertrophic scar merupakan pertumbuhan keatas (menonjol) jaringan parut bekas luka yang tidak melebar melewati batas luka.

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya bekas luka yang tidak diinginkan, seperti keloid atau scar hypertrophic.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengobati keloid adalah penggunaan salep, suntikan steroid, laser, dan operasi. Apabila Anda menginginkan hasil yang cepat dapat dilakukan operasi pengangkatan secara bedah ataupun laser. Suntikan dengan menggunakan steroid harus dilakukan beberapa kali. Sebaiknya didiskusikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Demikian infromasi seputar mengatasi bekas luka di wajah, Semoga bermanfaat.

Salam,

24 Feb 2020, 12:23 WIB