cepat marah, sedih, bahagia tidak dapat dikontrol

Dok, bagaimana bisa menganalisis penyakit psikologi. Saya seperti punya gangguan psikologi, cepat marah, sedih, bahagia tapi kadang gabisa dikontrol. Bagaimana saya bisa benar tau kondisi saya yang sebenarnya, dan penanganan lebih lanjut?

Lihat Selengkapnya
wanita, 21 Tahun21 Jun 2020, 12:29 WIB

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Halo Sdri

Saya mengerti keluhan yang disampaikan dan kekhawatiran Anda.    

Bila Anda mengalami fase sedih dan fase bahagia secara ekstrim, kemungkinan Anda mengalami gangguan bipolar.

Gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan atau gangguan mood yang ekstrem, termasuk perubahan pada energi dan fungsi dari seseorang.

Gangguan bipolar ini terbagi menjadi tiga jenis: gangguan bipolar tipe I, gangguan bipolar tipe II, dan gangguan bipolar siklotimik. Penderita bipolar memiliki episode emosi yang sangat intens dan ekstrem pada waktu-waktu tertentu. Penderita bisa merasakan episode mood yang berbeda-beda, berupa episode depresif, manik, dan hipomanik yang terjadi bergantian.

Pada episode depresif, penderita akan cenderung memiliki kesedihan yang mendalam, tidak bergairah, dan rasanya seperti tak ingin hidup. Pada episode manik atau kegirangan secara berlebihan, penderita bisa memiliki semangat yang sangat tinggi, penuh ide atau gagasan yang tidak biasa, tampak sangat berapi-api, dan juga sangat senang. Sedangkan episode hipomanik adalah episode saat penderita tidak mengalami luapan perasaan yang intens seperti episode manik. Walaupun kondisi mood bisa berubah-ubah, para penderita gangguan bipolar juga bisa memiliki periode yang membuat mereka tampak normal.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan faktor genetik yang berperan dalam mencetuskan gangguan ini. Adanya anggota keluarga yang punya gangguan bipolar juga bisa menyebabkan seseorang rentan mengalaminya.

Beberapa kondisi tertentu dapat mencetuskan timbulnya episode bipolar. Keadaan stres yang ekstrem (seperti ditinggal oleh pasangan yang sangat dicintainya, mengalami trauma tertentu, merasakan bencana alam hebat, dan lain-lain) berkontribusi dalam memicu terjadinya gangguan bipolar. Selain itu, berbagai penelitian juga mendapatkan hasil bahwa ada gen-gen tertentu di dalam tubuh manusia yang mengalami mutasi sehingga menimbulkan episode bipolar ini.

Untuk memudahkan Anda memahami mengenai gejala-gejala dari penyakit bipolar, berikut ini adalah pembagian gejala bipolar menjadi dua grup.

Manik-hipomanik. Gejala gangguan bipolar pada episode ini antara lain:

- Berpikir bahwa mereka dapat melakukan segalanya

- Kemampuan untuk mengambil atau membuat keputusan terganggu

- Percaya bahwa tidak ada yang salah dalam hidupnya

- Melakukan perilaku atau tindakan yang berisiko membahayakan diri sendiri

- Merasakan euforia yang luar biasa atau merasa dapat menaklukkan dunia

- Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan

- Berbicara secara terus-menerus dan cenderung mengubah topik pembicaraan dengan sangat cepat

- Mencetuskan banyak ide aneh atau unik, tapi cepat hilang timbul

- Pada keadaan tertentu bisa juga disertai dengan peningkatan libido

Depresif. Pada episode ini, gejala yang sering terlihat adalah:

- Timbul rasa putus asa

- Perasaan sedih yang berlebihan

- Insomnia atau memiliki kesulitan untuk tidur

- Timbul rasa cemas terhadap hal-hal yang tidak perlu dikhawatirkan

- Adanya rasa bersalah dan merasa segala yang terjadi merupakan kesalahannya

- Perubahan pola atau kebiasaan makan dan biasanya cenderung menjadi jarang makan

- Rasa lelah

- Performa di pekerjaan atau sekolah dan fungsi sosial menjadi menurun

Bila Anda diduga mengalami gangguan bipolar, biasanya dokter mengawali pemeriksaan lewat pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan darah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami penderita bukan disebabkan oleh penyakit lain. Jika semua hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium normal, maka selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan melalui wawancara terarah untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan bipolar.

Gangguan bipolar tidak dapat dicegah, tapi hal yang terpenting adalah mengenali secara dini gejala bipolar, sehingga dapat ditangani sebelum penyakitnya menjadi berat dan membahayakan. Kontrol terhadap berbagai episode pada gangguan bipolar sangat penting untuk memastikan penderita bisa menjalani kehidupan seutuhnya.

Jenis-jenis Bipolar yang Perlu Anda Kenali 

Medina Zein Mengaku Bipolar, Perlukah Obat?

Jangan Asal Sebut! Ini Perbedaan Moody dan Bipolar

Terima kasih sudah berkonsultasi melalui fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.  

Sdri dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi KlikDokter kapan pun dan di mana pun dengan men-download aplikasi Klikdokter melakui Play Store/ Android: https://www.klikdokter.com/download-App Store : https://app.adjust.com/n01yug7  

Semoga sehat selalu/semoga lekas membaik.

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Perubahan Mood

Dijawab oleh:dr. Sara Elise Wijono MRes

Perubahan Mood

Dijawab oleh:Klikdokter

Menghadapi Mood Yang Berubah-Ubah

Dijawab oleh:dr. Theresia Rina Yunita

Gangguan Bipolar

Dijawab oleh:dr. Atika

Bipolar

Dijawab oleh:dr. Atika

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk