Nyeri Dada Akibat Jantung atau Lambung? 09 November 2021 - Tanya Dokter Klikdokter.com
searchtext customer service

Nyeri Dada Akibat Jantung atau Lambung?

Tiga tahun yg .lalu sy di vonis dokter spesialis jantung, sy kena jantung koroner dg cara di echo dan treadmil, beliau sarankan ke saya agar segera di kateter dan dipasang ring, tp sy menolak dg alasan belum siap dan optimalkan obat. Sy konsumsi : aptor, ator vastatin, amlodipine, candesartan dan dikasih juga bisoprolol (tapi ini tidak pernah sy konsumsi). Sy juga kena GERD dan rasa nyeri dan sesak yg sering timbul ada di ulu hati saya pas di tengah tengah. Sy dulunya atlit tenis meja. Pertanyaan saya...Apakah antara Gerd dan jantung koroner sama rasa nyerinya di dada. .?? yg sy alami bila sedang latihan tenis meja, uku hati saya sesak....saya stop sebentar mainnya dan setelah saya bersendawa bbrp kali hilang rasa sesak tersebut. Mohon penjelasannya dokter. Terima kasih.

Lihat Selengkapnya
pria, 57 Tahun09 Nov 2021, 12:13 WIB

dr. Devia Irine Putri

Dijawab oleh:

dr. Devia Irine Putri

Terima kasih sudah bertanya dengan menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami akan menjelaskan perbedaan nyeri dada akibat masalah jantung dan masalah gangguan pencernaan.

Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah. 

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak-plak lemak sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke jantung berkurang. Pencegahan penyakit jantung koroner antara lain adalah perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Olahraga teratur, tidak perlu olahraga intensitas tinggi, oleharaga intensitas sedang 20 menit per hari seperti berjalan dan bersepeda
  • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kontrol tekanan darah Anda dengan obat yang diberikan dokter, selain itu hindari konsumsi garam berlebih. Konsumsi garam dibatasi 2 sendok teh per hari untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
  • Kontrol gula darah
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan
  • Hindari konsumsi lemak berlebih seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan
  • Hindari stress
  • Hindari rokok dan asap rokok.

Nyeri Dada Akibat Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering.
  • Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut
  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obatan anti nyeri, steroid, anti kolinergik yang tidak sesuai dengan indikasi kesehatan.

Pada orang dengan usia diatas 35 tahun, nyeri dada akibat jantung bisa menimbulkan keluhan seperti sakit maag (nyeri di ulu hati, mual, muntah), untuk itu sangat penting dilakukan pemeriksaan lanjut seperti EKG (rekam jantung) untuk melihat apakah ada masalah pada jantungnya. keluhan yang Anda rasakan sangat mungkin berasal dari masalah jantung dimana memang sebelumnya sudah terbukti ada sumbatan.

Kapan terakhir kontrol dengan dokter sp. Jantungnya? Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ulang dengan dokter jantung agar bisa di evaluasi kembali mengingat sering muncul keluhan nyeri dada saat berolahraga. Yang ditakutkan adalah penyumbatan bertambah atau semakin parah dan sudah tidak bisa denganobat-obatan saja.

Demikian yang bisa kami sampaikan

Salam, 

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Gejala GERD

Dijawab oleh:dr. Arina Heidyana

nyeri dada dan terasa berat

Dijawab oleh:dr. Muhammad Iqbal Ramadhan

Nyeri Dada

Dijawab oleh:dr. Atika

Gangguan asam lambung?

Dijawab oleh:dr. Adeline Jaclyn

Nyeri Dada Kiri

Dijawab oleh:dr. Valda Garcia

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat