Risiko Sedot Lemak 20 November 2021 - Tanya Dokter Klikdokter.com
search

Risiko Sedot Lemak

hallo dock,bagaimana jika saya ingin melaukan sedot lemak di area perut saya

Lihat Selengkapnya
wanita, 23 Tahun20 Nov 2021, 02:54 WIB

dr. Atika

Dijawab oleh:

dr. Atika

 Halo Ibu,

Saya mengerti keluhan dan kekhawatiran yang Ibu rasakan.

Tubuh indah dan langsing adalah impian sebagian besar orang. Tak jarang, banyak orang bersedia merogoh kocek lebih dalam demi hasil yang lebih cepat. Salah satu yang dijadikan pilihan adalah sedot lemak.

Sedot lemak atau liposuction merupakan salah satu “jalan pintas” menuju bentuk tubuh ideal. Namun, sebelum melakukannya, Anda perlu tahu risiko sedot lemak yang dapat timbul.

Layaknya tindakan kedokteran yang lain, sedot lemak pun memiliki sejumlah risiko. Beberapa risiko liposuction yang dapat terjadi, antara lain:

Pendarahan Saat Tindakan 

Pada umumnya tindakan sedot lemak tidak menimbulkan banyak perdarahan. Akan tetapi, tercatat sebanyak 2,5% pasien yang menjalani tindakan liposuction mengalami kehilangan darah yang cukup signifikan dan memerlukan transfusi. 

Hipotermia 

Salah satu risiko sedot lemak yang lain adalah penurunan suhu tubuh atau hipotermia. Hipotermia adalah kondisi suhu inti tubuh kurang dari 35 0C. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi lain, seperti gangguan jantung, infeksi, penyembuhan yang lambat. 

Bengkak dan Lebam di Bagian Sayatan

Bengkak adalah salah satu efek samping sedot lemak yang paling umum dan sering terjadi. Bengkak tersebut biasanya juga disertai lebam. Fenomena ini merupakan reaksi normal dari jaringan tubuh manusia terhadap tindakan pembedahan.

Bengkak biasanya muncul dalam 24-48 jam setelah tindakan, menetap atau meningkat dalam 10-14 hari, dan akan berangsur berkurang tanpa tanda peradangan apa pun. 

Infeksi 

Semua tindakan kedokteran memiliki risiko infeksi, termasuk liposuction. Gejalanya adalah demam disertai nyeri di bagian sayatan.

Selain pada pasien yang memang memiliki faktor risiko seperti diabetes, infeksi juga dapat timbul karena buruknya perawatan luka bekas operasi. Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menjadi masalah serius. 

Kerusakan Kulit Risiko

sedot lemak lainnya adalah kerusakan kulit terutama kulit di atas luka bekas sedot lemak. Jaringan kulit di daerah tersebut dapat mengalami nekrosis atau kematian jaringan yang ditandai dengan kulit terlihat menghitam dan terasa nyeri.

Kondisi ini paling sering terjadi pada pasien dengan kebiasaan merokok. Selain itu, bekas luka seperti keloid juga bisa saja muncul. 

Kerusakan Saraf

Salah satu efek samping sedot lemak adalah gangguan sensori atau hipestesi. Pasien akan merasa baal di daerah tindakan. Kondisi ini biasanya akan berangsur membaik seiring berjalannya waktu. 

Emboli Lemak

Tindakan liposuction juga meningkatkan risiko terjadinya pelepasan lemak dan masuk ke dalam pembuluh darah. Lemak tersebut dapat menyumbat pembuluh darah di berbagai organ tubuh seperti paru, jantung, dan otak. 

Tentu tidak semua orang yang menjalani liposuction pasti akan mengalami berbagai kondisi di atas. Akan tetapi, beragam risiko sedot lemak tersebut bisa terjadi pada siapa pun. Karena itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter ahli mengenai tindakan yang akan diambil.

Baca juga:

Fakta tentang Sedot Lemak, Cara Instan Hilangkan Lemak di Tubuh

Terima kasih sudah berkonsultasi di fitur Tanya Dokter. Jangan ragu untuk kembali berkonsultasi jika masih ada keluhan lainnya, ya.

Ibu dapat juga berkonsultasi melalui Aplikasi KlikDokter kapan pun dan di mana pun.

Semoga Ibu sehat selalu.

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat