Anak Masih Mengompol 29 Maret 2022 - Tanya Dokter Klikdokter.com
searchtext customer service

Anak Masih Mengompol

kenapa sudah besar masi ngompol

Lihat Selengkapnya
undefined, undefined Tahun29 Mar 2022, 10:03 WIB

dr. Devia Irine Putri

Dijawab oleh:

dr. Devia Irine Putri

Terima kasih telah bertanya seputar mengompol melalui fitur Tanya Dokter.

Apakah pertanyaa ini maksudnya untuk anak yang sudah besar? Jika ya, berapa umur anak Anda saat ini?

Mengompol atau dalam bahasa medis disebut enuresis adalah suatu keadaan tidak dapat menahan keluarnya air kemih. Apabila terjadi pada malam hari mengompol disebut enuresis nokturnal. Mengompol sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi hingga anak berusia 5 tahun. Meski pada sebagian besar kasus ini dapat sembuh secara spontan saat anak mencapai usia 10-15 tahun, tetap diperlukan monitor lebih lanjut untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.

Enuresis (mengompol) dapat dikelompokkan menjadi enuresis primer dan sekunder. Disebut enuresis primer apabila mengompol terjadi sejak anak lahir, tetapi apabila pernah terdapat fase tidak mengompol di antaranya, maka disebut enuresis sekunder. Enuresis primer lebih sering terjadi dibandingkan enuresis sekunder.

Berdasarkan penelitian, enuresis jenis ini dapat terjadi karena adanya faktor keturunan. Apabila kedua orangtua memiliki riwayat mengompol maka 77% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Dan apabila hanya salah satu orangtua yang memiliki riwayat mengompol maka sekitar 44% anaknya akan mengalami hal yang serupa. Bahkan mengompol masih dapat terjadi pada 15% anak tanpa riwayat mengompol pada kedua oarngtuanya.

Selain faktor keturunan, masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, yaitu:

  • Keterlambatan pematangan fungsi susunan saraf pusat. Normalnya ketika kandung kemih penuh, saraf-saraf pada dinding kandung kemih akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan air kemih,dan otak akan membalas sinyal tersebut dengan perintah untuk menahan air kemih hingga siap dikeluarkan di toilet. Fungsi ini tidak dapat berjalan baik apabila susuanan saraf pusat terlambat matang.
  • Gangguan tidur. Anak yang tidur nyenyak dan sangat dalam dapat menyebabkan anak tidak terbangun meski kandung kemih sudah penuh.
  • Kurangnya kadar hormon antidiuretik (hormon penahan air). Hormon ini membuat produksi air kemih berkurang pada malam hari.
  • Kelainan anatomi organ saluran kemih, misalnya kandung kemih yang kecil sehingga mudah menjadi penuh.

Prinsipnya terapinya adalah membuat kandung kemih dapat menahan lebih banyak air kemih dan membantu ginjal mengurangi produksi air kemih.  Enuresis dapat diatasi tanpa ataupun dengan obat, namun tentu saja obat yang dipakai juga memiliki efek samping tertentu. Yang dapat dilakukan saat ini adalah:

  • Membatasi minum anak saat malam hariHindari mengonsumsi teh, cokelat, soft drink, karena mengandung kafein yang bersifat diuretik
  • Jadwalkan anak untuk pergi ke kamar mandi sekitar 30 menit sebelum tidur, atau tepat sebelum tidur
  • Lakukan toilet training pada anak saat siang hari untuk mengakrabkan rutinitas buang air kemih di toilet.
  • Modifikasi perilaku dengan terapi alarm. Alarm diletakkan di dekat alat kelamin anak, apabila mulai mengompol maka alarm berbunyi sehingga anak terbangun dan menahan air kemihnya dan orangtua membantu anak meneruskan buang air kecil di toilet, evaluasi 2 minggu hingga beberapa bulan.
  • Beri anak pujian ketika berhasil untuk tidak mengompol (terapi motivasi), evaluasi dalam 3-6 bulan.
  • Apabila anak mengompol, jangan memperlakukannya dengan keras. Cobalah untuk memberi pengertian akan tindakannya dan melibatkannya untuk membantu membersihkan tempat tidurnya yang basah.

Mengatasi kebiasaan mengompol bukanlah suatu hal yang mudah. Diperlukan kerjasama dan kesabaran dari orangtua, anak, bahkan dokter. Sebagai orangtua atau orang yang lebih dewasa kita harus menyingkapi masalah ini dengan penuh kesabaran dan pengertian kepada anak dengan tidak memojokkan atau mengolok-oloknya.

Apabila dengan cara di atas, anak tetap saja mengompol, maka sebaiknya Anda segera membawa anak Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk penanganan yang lebih optimal.

Demikian yang dapat kami sampaikan,

Salam

 

REAKSI ANDA

PERTANYAAN TERKAIT

Mengatasi Mengompol

Dijawab oleh:dr. Atika

sering Buang Air Kecil dan Mengompol, Apa Penyebabnya?

Dijawab oleh:dr. M. Dejandra Rasnaya

Anak Tiba-Tiba Mengompol

Dijawab oleh:dr. Sara Elise Wijono MRes

Mengompol Saat Dewasa

Dijawab oleh:dr. Atika

Masih Mengompol Meski Sudah Dewasa

Dijawab oleh:dr. Devia Irine Putri

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat